KONSEP TEKNOLOGI
CHAPTER 6: NUMBERS
Ada banyak cara untuk menuliskan suatu bilangan:
Di U.S.A: tanda titik menyatakan desimal dan tiap tiga tingkat magnitude ditandai dengan koma.
Di Eropa: penulisannya berbeda dengan di U.S.A, desimal diberi tanda koma sedangkan tiap tiga tingkat magnitude diberi tanda titik.
Untuk bilangan yang nilainya sangat besar atau sangat kecil dapat digunakan cara penulisan notasi ilmiah. Contoh: kecepatan cahaya = 3 x 10^8 m/s (^= pangkat)
Bilangan desimal yang terletak di antara -1,0 dan 1,0 ditulis dengan meletakkan angka nol di depan koma (penulisan Eropa) atau titik (penulisan U.S.A). Contoh: 0,082 atau 0.082
Bilangan dapat diklasifikasikan menjadi:
1. Bilangan bulat (integer)
# Digunakan untuk melakukan perhitungan.
# Tidak akan terjadi error selama perhitungan dilakukan secara benar.
2. Bilangan real
# Digunakan untuk mengukur benda-benda yang kontinu.
# Dapat terjadi eror karena dibutuhkan tak hingga bilangan untuk menyatakan suatu bilangan real secara tepat.
# Bilangan real yang akurat adalah bilangan real yang nilainya sangat dekat dengan nilai sebenarnya.
# Bilangan real yang tepat adalah bilangan real yang nilainya selalu sama setelah dilakukan beberapa kali pengukuran.
Error adalah perbedaan antara nilai yang didapat setelah pengukuran dengan nilai sebenarnya. Ada beberapa macam error:
1. Random errors
Adalah error yang dihasilkan dari berbagai macam sumber, contohnya random noise pada sirkuit elektronik. Random errors menyebabkan terjadinya penyimpangan data pada saat dilakukan pengukuran.
2. Systematic errors
Adalah error yang muncul karena adanya kesalahan pada metode pengukuran yang dilakukan.
Angka penting yang kita laporkan berbeda-beda, tergantung dari seberapa akurat pengukuran yang kita lakukan.
CHAPTER 7
TABLES AND GRAPHS
Tabel
Tabel berisi variabel dependen dan variabel independent. Variabel-variabel independent biasanya dicantumkan di kolom kiri, sedangkan variabel-variabel dependent biasanya dicantumkan di kolom kanan. Nilai yang terdapat pada baris-baris yang tersedia saling berhubungan satu sama lain.
Unsur-unsur yang dimiliki tabel adalahi:
a. Judul tabel
b. Judul kolom
c. Satuan
d. Nilai-nilai variabel
e. Informasi tambahan yang diperlukan
Engineer biasanya paling sering membuat tiga jenis grafik di bawah ini:
1. Grafik Rectilinear: y versus x
2. Grafik Semilog: log y versus x
3. Grafik log-log: log y versus log x
Ada beberapa jenis bentuk persamaan:
a. Persamaan Linear, berada dalam bentuk y = mx + c (dengan m adalah kemiringan garis)
b. Persamaan Eksponensial, berada dalam bentuk y = kB^(mx) tanda ^ menyatakan pangkat
c. Persamaan Pangkat, berada dalam bentuk y = kx^m
Titik-titik yang terdapat pada suatu grafik dapat di perpanjang dengan cara:
a. Interpolasi, yaitu perpanjangan yang dilakukan di antara titik-titik data.
b. Ekstrapolasi, yaitu perpanjangan yang dilakukan di luar titik-titik data.
Jika kita mempunya sekumpulan data dan akan kita buat formulanya, maka proses yang kita lakukan disebut regresi. Jika formula yang kita inginkan berada dalam bentuk garis lurus, maka regresi yang kita lakukan adalah regresi linier. Regresi linier adalah proses menemukan persamaan garis lurus terbaik yang cocok dengan data yang kita miliki.
CHAPTER 8
SI SYSTEM OF UNITS
Sistem satuan SI mempunyai tiga tipe satuan: supplementary units, base units, derived units. Supplementary units berhubungan dengan geometri ( radian dan steradian). Base units ada tujuh: meter, kilogram, second, ampere, kelvin, mol, dan kandela. Derived units merupakan turunan dari base units.
Karena engineer sering berurusan dengan bilangan yang sangat kecil dan sangat besar, biasanya digunakan awalan sebagai faktor pengali. Misalnya: n (nano), m (mili), M (Mega).
CHAPTER 9
UNIT CONVERSIONS
Karena banyak sekali sistem satuan yang dapat digunakan, engineer harus terbiasa dalam melakukan konversi satuan. Ketika melaporkan suatu data, jangan pernah lupa untuk mencantumkan satuannya, karena tanpa satuan, suatu angka tidak akan mempunyai arti.
Ketika menjumlahkan dan mengurangkan suatu bilangan, dimensi satuannya harus sama. Sedangkan untuk pembagian dan perkalian, satuannya harus diperlakukan seperti suatu variabel.
Dalam suatu persamaan, fungsi transenden tidak boleh mempunyai dimensi. Sedangkan dalam persamaan empiris, fungsi transenden boleh saja mempunyai dimensi.
Sebuah persamaan mempunyai dimensi yang homogen jika ruas kanan dan ruas kirinya berdimensi sama.